Skip to main content

REVOLUSI MENTAL PERSPEKTIF AL-QUR'AN

                               

Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang perlu kita ketahui, zaman menuntut akan perubahan agar terlihat lebih mapan. Sementara jiwa terkadang tak sesuai harapan. Banyak hal yang mengandung pembaruan disertai unsur kepentingan yang luar biasa. Sehingga sering tak terlihat bahkan sulit membedakan antara baik dan buruk, antara haram dan halal, antara satu dengan yang lainnya. Merupakan aspek yang sudah menjiwai setiap insan yang terus bergejolak.



"REVOLUSI MENTAL PERSPEKTIF AL-QUR'AN"
 firman Allah SWT didalam Al-Qur'an ;

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Praktek revolusi mental menjadikan manusia lebih berintegrasi, mau bekerja keras dan punya semangat gotong royong. Revolusi mental juga adalah suatu gerakan untuk menjadikan manusia agar menjadi manusia baru yang berhati putih berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala. Mental, sikap dan pola pikir sangat ditentukan arahnya oleh sistem keyakinan sebagai modal penggerak. Sifat dan kebutuhan dasar manusia adalah meraih kebaikan dan kebahagiaan hidup, tidak hanya didunia tetapi juga diakhirat.


Menurut M.Quraish shihab pada dasarnya Al-Qur'an adalah kitab satu-satunya yang dikenal manusia yang berbicara tentang hukum-hukum kemasyarakatan. Perubahan masyarakat baru terjadi manakala terpenuhi dua syarat pokok yaitu :

Pertama, Adanya nilai-nilai atau ide.

Syarat pertama telah diambil alih sendiri oleh Allah swt. melalui petunjuk Al-Qur’an dan penjelasan Nabi saw., walaupun sifatnya masih umum dan memerlukan perincian dari manusia.

Kedua, Adanya pelaku-pelaku yang menyesuaikan diri dengan nilai-nilai tersebut.
Syarat kedua mengenai para pelakunya, mereka adalah manusia-manusia yang hidup dalam suatu tempat dan yang selalu terikat dengan hukum-hukum masyarakat yang ditetapkan Allah.

Sesuai dengan pedoman, Al-Qur'an yang merupakan salah satu perangkat revolusi mental bangsa indonesia yang sangat ampuh. Karena Al-Qur'an adalah petunjuk obat bagi setiap hati.

الر ۚ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Tentu kita masih ingat bagaimana keadaan bangsa Arab sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW, kondisi kehidupan bangsa arab dikenal dengan sebutan jahiliyah. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan buruk dan berperilaku tercela. kemudian Allah SWT mengutus seorang Rasul akhir zaman untuk memperbaiki atau menyempurnakan akhlak manusia. Nabi SAW bersabda :
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik"

Saat ini generasi kita sangat jauh dari apa yang diharapkan, karakter bangsa sudah luntur digilas waktu. pondasi yang dibangun dengan kokoh kini diruntuhkan oleh generasi itu sendiri. Bangsa yang santun, berbudi pekerti, ramah, dan selalu lekat dengan sistem gotong-royong seharusnya mampu membuat indonesia menjadi bangsa yang arif. Namun jika generasi kita sudah jauh dari keaslian bangsa mau dibawa kemana masa depan bangsa ini?

Oleh karena itu pentinglah jikalau kita menerapkan ajaran Al-Qur'an yang telah diturunkan sebagai pelengkap dan petunjuk bagi kehidupan yang dapat mengubah masyarakat biadab menjadi beradab, yang dulunya berseteru menjadi satu, yang dulunya menyembah berhala kini kembali menyembah Allah SWT. Kita kembalikan jati diri kita, identitas kita, ciri khas kita. Krisis moral yang menjangkit kalangan muda, harus diberantas habis-habisan dan selalu berfikir dan bertindak sebagai bangsa yang besar. sehingga kita akan menciptakan generasi muda yang handal yang tidak hanya tangguh secara intelektual tetapi juga anggun secara moral. Amin........................







Comments

  1. Assalamualaikum ka, mohon izin copas teksnya..terimakasih ka Wassalamualaikum

    ReplyDelete
  2. terima kasih telah berkunjung kak

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Assalamu'alaikum Ka, Mohon Izin Copas Teksnya yah ka,,, terima kasih Ka, Wassalamu'alaikum Wr, Wb :}

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Merawat keragaman dalam kesatuan (NKRI)

                                Persatuan adalah tiang penyangga daya suatu negara. Kemajuan atau kemunduran suatu negara ditentukan oleh persatuan dan kesatuan bangsanya. Bangsa yang makmur adalah bangsa yang bersatu sedangkan bangsa yang hancur adalah bangsa yang berseteru. Indonesia adalah bangsa yang terdiri atas berbagai macam ras, suku dan agama. Tentu terdapat banyak perbedaan didalamnya. Namun dalam keberagaman itu kita bersatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. itulah hal dasar yang merupakan tiang kokoh bangsa kita. Untuk meningkatkan citra bangsa di mata dunia kita perlu mempertahankan keberagaman dengan persatuan dan kesatuan yang selama ini kita bina. Lalu bagaimana upaya kita mempertahankan persatuan dan kesatuan dalam keberagaman ? Q.S Al- Hujurat ayat 13 يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ ا

Nasionalisme dalam konsep Islam

                                              Sudah menjadi fakta pada sejarah nasional, bahwa kemerdekaan yang direbut dari tangan para penjajah mayoritas direbut oleh para pejuang muslim. Semua yang mereka lakukan itu bukan semata-mata memenuhi panggilan dari ibu pertiwi untuk merdeka. Namun, panggilan suci yang berasal dari tauhid dan keimanan. Semangat nasionalisme para pejuang islam membuat kita dapat merasakan indahnya kemerdekaan yang dapat kita rasakan saat ini. NASIONALISME DALAM KONSEP ISLAM. Yang berlandaskan Firman Allah dalam Q.S An-Nisa ayat 59. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang