Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2018

Jangan diam dalam keterpurukan

Hidup berkelana di dalam keterpurukan sungguh sangat menyiksa batin. Bagaimana tidak, hati seolah-olah dipaksa untuk menjadi bahagia. Akan tetapi perasaan tak mengijinkan hal itu terjadi. Selalu mengganggu dimana pun dan kapan pun waktu berputar. Dunia semakin gelap terlihat, tidak ada sedikit cahaya pun yang menyinari jika masih berkutat didalam keterpurukan yang abadi. Ada sedikit harapan namun sulit untuk menggapainya, ada sedikit keinginan namun sulit mewujudkan nya, begitulah keadaan jiwa jika terus berada dibawah tekanan perbedaan antara hati dan perasaan. Kita tidak bisa bertindak. Itu jelas. Tetapi tidak bertindak dan tidak melakukan apapun sama saja berdiam diri menunggu ketidakpastian. Sungguh sakit menunggu itu, sakit ketika menunggu sesuatu yang samar dan tidak terlihat sedikit pun. Jika permasalahan nya ada pada pikiran, semua bisa di ubah dengan cepat. Namun, jika masalah itu datang nya dari hati, kita tidak mungkin bisa secepat pikiran untuk mengembalikan kenyama

Antara pilihan dan keinginan

Mungkin pernah terfikirkan didalam benak kita, apa yang sedang kita cari dalam hidup ini. Apa yang sedang kita inginkan, atas dasar apa kita saling mencari kebahagiaan di dunia ini. Hal itu suatu kewajaran yang relevan. Pertanyaan tersebut memang suatu hal yang wajib ada di benak kita. karena itu lah langkah awal untuk menemukan kebahagiaan hidup yang memang benar-benar terasa. Dunia kian terasa sempit jika kita selalu tidak ingin merasakan kenikmatan-kenikmatan yang tersedia. Akan tetapi untuk menikmati hal tersebut tentu kita mempunyai batasan-batasan yang jelas dan terukur. Karena manusia tidak mungkin terlepas dari hukum dan keadaan sosial yang mengikat. Yang jelas kebebasan harus kita iringi dengan suatu keterikatan dengan idiologi pemikiran yang tidak jauh dari pandangan yang baik dan benar. Dalam hidup keberpura-puraan itu sangat lah tidak memungkinkan menjamin kebahagiaan. Kita selalu saja berada dalam pilihan dan keinginan. Kecenderungan untuk menjadi yang terbaik m

Catatan kecil dari kampung

Runtober.com-   Pagi hari memang indah jika dilihat dengan dua mata satu hidung dan satu kepala, sinaran cahaya matahari yang jelas terlihat dan udara yang sangat menyegarkan itu akan terasa hingga batas kerongkongan. Kehidupan yang sunyi jauh dari hirup-pikuknya suasana ibu kota,membuat suasana pagi kian terasa.  Terlihat beberapa di antara nya sedang bersiap mencari sesuap nasi, ada pula yang pulang untuk beristirahat. Begitulah keseharian yang terjadi, memang untuk bekerja pun orang-orang kampung tidak mengenal timbulnya matahari, karena pada dasarnya prinsip yang kebanyakan dipakai adalah rezeki jika tidak cepat dicari akan segera di patok ayam.  Kampung itu adalah ruang lingkup sederhana yang memang benar adanya.Tidak ada gedung tinggi menjulang ke angkasa,tidak ditemui hotel bintang lima yang megah. Lingkungan kampung pada umumnya, tidak mengenal razia jalanan yang biasa terjadi di ibu kota, tidak mengenal asap kendaraan yang menyebabkan polusi udara.tidak melihat kemace