Skip to main content

BAGAIMANA KITA ? Risalah Hati |Catatan kecil modern|



BAGAIMANA KITA ?
    Banyak hal diluar sana yang menawarkan kenyamanan untuk kita jadikan singgah yang seolah-olah sungguh. Seringkali kita menyalahkan keadaan atas apa yang terjadi. Kita juga terlalu besar menaruh hati. Padahal berharap pada manusia sama saja menggantungkan asa diantara bahagia dan kecewa. Sebab, menyampaikan rasa sayang yang keterlaluan melibatkan banyak hal yang membosankan dan terkadang pun mengecewakan. 

    Kita yang selalu berusaha berjalan beriringan. Mematahkan senyum, mengoyak malam. Membumbui lamunan hingga larut dalam semu yang kita idamkan. Menyudahi semua perkara diluar sana, memilah yang baik bagi diri, menjadi yang bijak untuk menghidupi, dan berdamai dengan naluri. Lalu sesekali kita mengingat kembali yang sempat hilang dan menjadikannya pelajaran terbaik dalam menyikapi yang akan datang.

     Selalu ada tempat yang bisa kita jadikan pulang. Layak kalimat klise pada novel-novel drama. Membuat kita semakin dewasa, menerima diri apa adanya, menemukan kebahagiaan yang bukan bersifat paksaan, Menciptakan kenyamanan bukan hanya memasrahkan, menerima kelebihan kemudian kekurangan yang bersanding dengan banyak nya alasan.

      Pada perjalanan yang panjang, kita ini terlalu fokus secara defensif terhadap kebutuhan diri kita sendiri, menuntut kebahagiaan tanpa memberi kebahagiaan.


        Kebahagiaan itu sifatnya sementara. Jadi, rasanya cukup untuk kita terlalu berfoya-foya. Mulai membenahi diri untuk kemudian kembali hadir dalam hidup seseorang. Menyiapkan ruangan ternyaman untuk menampung segala pedih dan bahagia. Kita begitu polos dengan keadaan, memunafikkan diri untuk tidak peduli. Padahal yang kita cari kenyamanan. Kenyataan nya yang kita ciptakan sengsara, menyalahkan bahagia. 

        Kita yang singgah untuk kemudian pergi dengan terburu-buru, meninggalkan kota tanpa nama karena tak sehati. Kita menyalahkan kepergian lalu menerima kesalahan. Masing-masing dari kita pasti sama-sama tahu cara merayakan perpisahan.

        Dibiarkan tinggal, tertinggal atau sengaja ditinggalkan. Semua akan baik-baik saja, Semesta juga menerima. Sekarang tinggal, Bagaimana kita?


(Terima kasih untuk pembaca setia, jika kalian tertarik untuk berbagi cerita silahkan Dm ke instagram kami atau email ke alamat dibawah ini)



On Instagram : pemayo.id
Email : Pemayooooooo@gmail.com


 Jangan lupa coment, dan share .....       


         

Comments

  1. Sebab perpisahan akan membawa pada kesadaran tertinggi, membawa jiwa kita keluar, ternyata ada banyak hal yang lebih menarik dan bebas setelah kita fahami. Bukan hanya tentang hal ini saja , namun lebih banyak lagi. Ditunggu catatan kecil tentang makna hidup selanjutnya !

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Merawat keragaman dalam kesatuan (NKRI)

                                Persatuan adalah tiang penyangga daya suatu negara. Kemajuan atau kemunduran suatu negara ditentukan oleh persatuan dan kesatuan bangsanya. Bangsa yang makmur adalah bangsa yang bersatu sedangkan bangsa yang hancur adalah bangsa yang berseteru. Indonesia adalah bangsa yang terdiri atas berbagai macam ras, suku dan agama. Tentu terdapat banyak perbedaan didalamnya. Namun dalam keberagaman itu kita bersatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. itulah hal dasar yang merupakan tiang kokoh bangsa kita. Untuk meningkatkan citra bangsa di mata dunia kita perlu mempertahankan keberagaman dengan persatuan dan kesatuan yang selama ini kita bina. Lalu bagaimana upaya kita mempertahankan persatuan dan kesatuan dalam keberagaman ? Q.S Al- Hujurat ayat 13 يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ ا

Nasionalisme dalam konsep Islam

                                              Sudah menjadi fakta pada sejarah nasional, bahwa kemerdekaan yang direbut dari tangan para penjajah mayoritas direbut oleh para pejuang muslim. Semua yang mereka lakukan itu bukan semata-mata memenuhi panggilan dari ibu pertiwi untuk merdeka. Namun, panggilan suci yang berasal dari tauhid dan keimanan. Semangat nasionalisme para pejuang islam membuat kita dapat merasakan indahnya kemerdekaan yang dapat kita rasakan saat ini. NASIONALISME DALAM KONSEP ISLAM. Yang berlandaskan Firman Allah dalam Q.S An-Nisa ayat 59. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang

REVOLUSI MENTAL PERSPEKTIF AL-QUR'AN

                                Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang perlu kita ketahui, zaman menuntut akan perubahan agar terlihat lebih mapan. Sementara jiwa terkadang tak sesuai harapan. Banyak hal yang mengandung pembaruan disertai unsur kepentingan yang luar biasa. Sehingga sering tak terlihat bahkan sulit membedakan antara baik dan buruk, antara haram dan halal, antara satu dengan yang lainnya. Merupakan aspek yang sudah menjiwai setiap insan yang terus bergejolak. "REVOLUSI MENTAL PERSPEKTIF AL-QUR'AN"  firman Allah SWT didalam Al-Qur'an ; ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendeng