Skip to main content

Contact Form

Untuk layanan lainnya silahkan menghubungi kami di :

    • Email  : pemayooooooo@gmail.com
    • Wa      : 085822088298
    • Instagram : @trioagatha
    • Line          : trioag
    • Facebook  : Trio Agatha

Comments

Popular posts from this blog

Merawat keragaman dalam kesatuan (NKRI)

                                Persatuan adalah tiang penyangga daya suatu negara. Kemajuan atau kemunduran suatu negara ditentukan oleh persatuan dan kesatuan bangsanya. Bangsa yang makmur adalah bangsa yang bersatu sedangkan bangsa yang hancur adalah bangsa yang berseteru. Indonesia adalah bangsa yang terdiri atas berbagai macam ras, suku dan agama. Tentu terdapat banyak perbedaan didalamnya. Namun dalam keberagaman itu kita bersatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. itulah hal dasar yang merupakan tiang kokoh bangsa kita. Untuk meningkatkan citra bangsa di mata dunia kita perlu mempertahankan keberagaman dengan persatuan dan kesatuan yang selama ini kita bina. Lalu bagaimana upaya kita mempertahankan persatuan dan kesatuan dalam keberagaman ? Q.S Al- Hujurat ayat 13 يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ ا

Nasionalisme dalam konsep Islam

                                              Sudah menjadi fakta pada sejarah nasional, bahwa kemerdekaan yang direbut dari tangan para penjajah mayoritas direbut oleh para pejuang muslim. Semua yang mereka lakukan itu bukan semata-mata memenuhi panggilan dari ibu pertiwi untuk merdeka. Namun, panggilan suci yang berasal dari tauhid dan keimanan. Semangat nasionalisme para pejuang islam membuat kita dapat merasakan indahnya kemerdekaan yang dapat kita rasakan saat ini. NASIONALISME DALAM KONSEP ISLAM. Yang berlandaskan Firman Allah dalam Q.S An-Nisa ayat 59. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang

REVOLUSI MENTAL PERSPEKTIF AL-QUR'AN

                                Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang perlu kita ketahui, zaman menuntut akan perubahan agar terlihat lebih mapan. Sementara jiwa terkadang tak sesuai harapan. Banyak hal yang mengandung pembaruan disertai unsur kepentingan yang luar biasa. Sehingga sering tak terlihat bahkan sulit membedakan antara baik dan buruk, antara haram dan halal, antara satu dengan yang lainnya. Merupakan aspek yang sudah menjiwai setiap insan yang terus bergejolak. "REVOLUSI MENTAL PERSPEKTIF AL-QUR'AN"  firman Allah SWT didalam Al-Qur'an ; ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendeng