Skip to main content

Membangun Karakter Dari Lingkungan Sederhana


   Dalam kehidupan modern saat ini pengaruh teknologi tidak bisa dipungkiri. Kekuatan digital menjelma menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa. Banyak pengaruh yang ditimbulkan dengan adanya teknologi yang beraneka ragam. Seluruh informasi dengan cepat tersebar keseluruh penjuru dunia. Kemajuan teknologi yang cepat tidak diimbangi dengan ilmu pengetahuan dapat menghasilkan generasi yang jauh dari harapan. Kurangnya ilmu pengetahuan ini dapat berdampak pada menurunnya kehidupan sosial yang semakin hari semakin terkikis oleh kemajuan zaman.

Baca Juga :http://runtober15.blogspot.com/2019/01/nge-blog-mudahkan-hari-ku-terima-kasih.html


Teknologi itu sangat cepat, akurat dan bodoh sementara manusia sangat lambat, tidak akurat dan brilian. Bersama keduanya menjadi kekuatan yang luar biasa.
     Dalam upaya untuk memperbaiki kehidupan sosial yang semakin hari semakin terkikis oleh perkembangan zaman ada rongga yang bisa dimanfaatkan oleh orang tua untuk mengisi asupan ilmu pengetahuan kepada anaknya. Agar tidak masuk kedalam dampak negatif yang ditimbulkan oleh dunia digital yang berkembang pesat saat ini.

     Peran serta orang tua diharapkan mampu mengimbangi dampak dari seluruh kekuatan digital yang berkembang. Sebagai manusia yang mempunyai segala kelebihan, tentu kita harus menyadari bahwa perlahan-lahan budaya, sosial dan tingkat pergaulan saat ini akan semakin keras dan kuat. Persaingan terjadi dimana-mana, masuknya teknologi tidak menutup kemungkinan perkembangan budaya luar bisa cepat masuk dan menjiwai generasi milenial saat ini.

     Hal ini merupakan suatu masalah bagi kehidupan kita sekarang. Lalu, bagaimana upaya untuk mengimbangi perkembangan dunia digital yang begitu pesat terjadi sehingga mampu menghasilkan generasi yang bisa menjadi ujung tombak bagi kehidupan bangsa kedepan?

     Ada beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi dampak dari perkembangan teknologi itu sendiri. Upaya ini tentu harus didasari oleh peran serta orang tua, melihat perkembangan dunia yang mungkin bisa mengancam kehidupan untuk masa yang akan datang.

Baca juga :http://runtober15.blogspot.com/2018/10/antara-pilihan-dan-keinginan-seberkas.html

1. Adanya Motivasi sejak dini untuk mencegah kebobrokan generasi milenial
     Saat ini semangat generasi muda sangat jauh dari apa yang diharapkan, karakter bangsa mulai luntur digilas waktu, pondasi yang dibangun dengan kokoh kini diruntuhkan oleh generasi itu sendiri. Mengapa hal itu bisa terjadi? Larena kurangnya motivasi yang orang tua berikan agar anak bisa berkembang dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki.

2. Membentuk karakter dengan memberikan perhatian penuh 
     Permasalahan yang terjadi bukan sengaja dikarenakan oleh perkembangan teknologi semata. Ada beberapa hal yang harus orang tua perhatikan agar kehidupan sosial diluar lingkungan rumah maupun diluar rumah tetap setara jika dilihat. Anak cenderung akan mengikuti pola yang diberikan orang tua. Maka dari itu, orang tua harus memberikan contoh yang baik agar mampu membentuk karakter anak yang baik pula.
     Jika hanya berpatokan dengan sekolah-sekolah mungkin saja anak akan berprilaku menyimpang. Lalu bagaimana dengan orang tua yang tidak memiliki waktu dengan anak? Ini adalah permasalahan bagi kita, waktu orang tua sangat minim karena tuntutan kerja yang begitu besar. Namun kita juga harus melihat masih ada hal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan anak dari virus perkembangan teknologi itu sendiri. Anak tentunya ingin mendapatkan kebebasan dalam melakukan berbagai hal yang ia sukai, sebagai orang tua tentu nya harus selalu mendukung apa yang dilakukan agar anak tidak merasa kurang kasih sayang. 

3. Tumbuhkan minat membaca sejak dini
     Dalam proses menjadikan generasi milenial yang maju dan berkembang, orang tua seharusnya menumbuhkan rasa cinta kepada dunia literasi. Membaca merupakan suatu kegiatan yang seharusnya wajib dilakukan oleh setiap anak. Membaca juga membuka wawasan anak menjadi lebih luas. Dari hal kecil ataupun hal-hal besar anak akan terbiasa dengan kosakata-kosakata dalam buku bacaan. Sehingga ketika masuk kedalam dunia yang begitu pesat ini. Anak itu sendiri mampu memilah mana yang terbaik untuk masa depannya dan juga orang tua tidak perlu khawatir akan perkembangan anak yang tidak relevan dengan kehidupan sekarang.

4. Hindari penggunaan gadget anak usia dini
     Di tinjau dari aspek kehidupannya, dunia digital begitu cepat perkembangannya. Siapapun dan kapanpun dapat berinteraksi dengan sesama. Hal ini sebenarnya mampu menjadi tolak ukur bagi perkembangan kehidupan sosial. Namun terkadang banyak yang terlena akan dampak negatif nya. Salah satu contoh ialah penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengganggu kinerja otak. Kita tidak mengetahui seberapa jauh anak mengakses dunia digital. Yang kita takutkan adalah penyimpangan-penyimpangan yang terjadi tidak bisa terkontrol jika sudah terbiasa. Oleh karena itu peran orang tua diharapkan mampu menjadikan anak sebagai generasi milenial yang cerdas dan inovatif.

5. Selalu aktif dan berkontribusi bagi kehidupan khalayak ramai
     Kita selalu menginginkan yang terbaik bagi kehidupan, mendapatkan begitu banyak uang dan hidup dengan kenyamanan. Akan tetapi banyak dari kita yang menutup diri dalam bergaul ataupun berkomunikasi didunia nyata. Bahkan kebanyakan dari kita aktif dan cenderung lebih berani dalam dunia virtual saja. Apa mungkin kita akan menjadi manusia yang mempunyai kepribadian ganda? Sikap dan karakter yang berbeda didunia digital itulah yang paling susah untuk dilihat. Bagaimana tidak, kita bisa saja membuat akun facebook dengan nama orang lain dan mengancam kehidupan orang lain atau bahkan menjelek-jelekkan individu dengan nama samaran. Itulah mengapa kita harus selalu bijak dalam segala hal. Tanamkan didalam hati dimanapun dan kapanpun kita berada. Kehidupan sosial yang nyata itu sangat mengasyikkan dibanding dengan kehidupan didunia virtual. Hindari sifat seperti itu karena secara tidak langsung kita telah mengancam kehidupan kita sendiri. Sistem-sistem kapital harus kita jauhi. Karena impian sang proklamator bangsa ini adalah membangun sikap nasionalisme. Jika kita benar-benar cinta bangsa dan negara kita INDONESIA.

 Baca juga: http://runtober15.blogspot.com/2018/09/membangun-keterampilan-berfikir.html


     Nah, sekarang kita sudah mengetahui upaya-upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk mengimbangi perkembangan dunia digital yang begitu pesat dan cepat. Lalu, masih kah kita mau terus-terusan menjadi individu yang konsumtif? Tidakkah kita seharusnya menjadi pelopor dan inovator bagi seluruh aspek perkembangan anak. Tanamkan budaya membaca sejak dini maka kita tidak akan pernah takut bersaing dengan siapapun. Lakukan apapun yang dapat kita lakukan. Langkah yang baik akan selalu menjadi contoh bagi siapapun.


(Terima kasih untuk pembaca setia, jika kalian tertarik untuk berbagi cerita silahkan Dm ke instagram kami atau email ke alamat dibawah ini)



On Instagram : pemayo.id
Email : Pemayooooooo@gmail.com


 Jangan lupa coment, dan share .....      
   


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Merawat keragaman dalam kesatuan (NKRI)

                                Persatuan adalah tiang penyangga daya suatu negara. Kemajuan atau kemunduran suatu negara ditentukan oleh persatuan dan kesatuan bangsanya. Bangsa yang makmur adalah bangsa yang bersatu sedangkan bangsa yang hancur adalah bangsa yang berseteru. Indonesia adalah bangsa yang terdiri atas berbagai macam ras, suku dan agama. Tentu terdapat banyak perbedaan didalamnya. Namun dalam keberagaman itu kita bersatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. itulah hal dasar yang merupakan tiang kokoh bangsa kita. Untuk meningkatkan citra bangsa di mata dunia kita perlu mempertahankan keberagaman dengan persatuan dan kesatuan yang selama ini kita bina. Lalu bagaimana upaya kita mempertahankan persatuan dan kesatuan dalam keberagaman ? Q.S Al- Hujurat ayat 13 ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุฅِู†َّุง ุฎَู„َู‚ْู†َุงูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุฐَูƒَุฑٍ ูˆَุฃُู†ْุซَู‰ٰ ูˆَุฌَุนَู„ْู†َุงูƒُู…ْ ุดُุนُูˆุจًุง ูˆَู‚َุจَุงุฆِู„َ ู„ِุชَุนَุงุฑَูُูˆุง ۚ ุฅِู†َّ ุฃَูƒْุฑَู…َูƒُู…ْ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَุชْู‚َุงูƒُู…ْ ۚ ุฅِู†َّ ุง

Nasionalisme dalam konsep Islam

                                              Sudah menjadi fakta pada sejarah nasional, bahwa kemerdekaan yang direbut dari tangan para penjajah mayoritas direbut oleh para pejuang muslim. Semua yang mereka lakukan itu bukan semata-mata memenuhi panggilan dari ibu pertiwi untuk merdeka. Namun, panggilan suci yang berasal dari tauhid dan keimanan. Semangat nasionalisme para pejuang islam membuat kita dapat merasakan indahnya kemerdekaan yang dapat kita rasakan saat ini. NASIONALISME DALAM KONSEP ISLAM. Yang berlandaskan Firman Allah dalam Q.S An-Nisa ayat 59. ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ۖ ูَุฅِู†ْ ุชَู†َุงุฒَุนْุชُู…ْ ูِูŠ ุดَูŠْุกٍ ูَุฑُุฏُّูˆู‡ُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ุฑَّุณُูˆู„ِ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุขุฎِุฑِ ۚ ุฐَٰู„ِูƒَ ุฎَูŠْุฑٌ ูˆَุฃَุญْุณَู†ُ ุชَุฃْูˆِูŠู„ًุง Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang

REVOLUSI MENTAL PERSPEKTIF AL-QUR'AN

                                Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang perlu kita ketahui, zaman menuntut akan perubahan agar terlihat lebih mapan. Sementara jiwa terkadang tak sesuai harapan. Banyak hal yang mengandung pembaruan disertai unsur kepentingan yang luar biasa. Sehingga sering tak terlihat bahkan sulit membedakan antara baik dan buruk, antara haram dan halal, antara satu dengan yang lainnya. Merupakan aspek yang sudah menjiwai setiap insan yang terus bergejolak. "REVOLUSI MENTAL PERSPEKTIF AL-QUR'AN"  firman Allah SWT didalam Al-Qur'an ; ุฐَٰู„ِูƒَ ุจِุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َู…ْ ูŠَูƒُ ู…ُุบَูŠِّุฑًุง ู†ِุนْู…َุฉً ุฃَู†ْุนَู…َู‡َุง ุนَู„َู‰ٰ ู‚َูˆْู…ٍ ุญَุชَّู‰ٰ ูŠُุบَูŠِّุฑُูˆุง ู…َุง ุจِุฃَู†ْูُุณِู‡ِู…ْ ۙ ูˆَุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุณَู…ِูŠุนٌ ุนَู„ِูŠู…ٌ (Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendeng